Sunday , 17 December 2017
Fiqih Akhlak
Adab Seorang Muslim Di Kamar Mandi

Adab Seorang Muslim Di Kamar Mandi

Kamar Mandi merupakan sebuah tempat yang tidak terlepas dalam kehidupan seorang muslim untuk memenuhi aktifitas kesehariannya seperti halnya Mandi, Buang Hajat (BAB/BAK), Mencuci Pakaian, dll.

Dan kali ini Tim FiqihPedia mencoba merangkum sebuah catatan penting mengenai bagaimana Adab Seorang Muslim ketika beraktifitas dikamar mandi (sebelum, sedang dan setelah). Berikut ini adalah beberapa adab seorang muslim di kamar mandi.

  1. Membaca Basmalah Dan Membaca Doa Sebelum Masuk Kamar Mandi
    Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan,

    كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ الْخَلاَءَ قَالَ « اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ »

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika memasuki jamban, beliau ucapkan: Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khobaits (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan”
    (HR. Bukhari no. 142 dan Muslim no. 375)

  2. Masuk Kamar Mandi Dengan Mendahulukan Kaki Kiri, Dan Keluar Kamar Mandi Mendahulukan Kaki Kanan
    Sebagaimana terdapat dalam hadits,

    كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِى تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِى شَأْنِهِ كُلِّهِ

    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih suka mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, menyisir rambut, ketika bersuci dan dalam setiap  perkara (yang baik-baik).
    (HR. Bukhari no. 168 dan Muslim no. 268)

  3. Tidak Menghadap/Membelakangi Kiblat Saat Membuang Hajat
    Dari Abu Ayyub Al Anshori, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    « إِذَا أَتَيْتُمُ الْغَائِطَ فَلاَ تَسْتَقْبِلُوا الْقِبْلَةَ وَلاَ تَسْتَدْبِرُوهَا ، وَلَكِنْ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا » . قَالَ أَبُو أَيُّوبَ فَقَدِمْنَا الشَّأْمَ فَوَجَدْنَا مَرَاحِيضَ بُنِيَتْ قِبَلَ الْقِبْلَةِ ، فَنَنْحَرِفُ وَنَسْتَغْفِرُ اللَّهَ تَعَالَى

    Jika kalian mendatangi jamban, maka janganlah kalian menghadap kiblat dan membelakanginya. Akan tetapi, hadaplah ke arah timur atau barat.” Abu Ayyub mengatakan, “Dulu kami pernah tinggal di Syam. Kami mendapati jamban kami dibangun menghadap ke arah kiblat. Kami pun mengubah arah tempat tersebut dan kami memohon ampun pada AllahTa’ala.”
    (HR. Bukhari no. 394 dan Muslim no. 264)

  4. Tidak Beristinja Dengan Tangan Kanan
    Dalilnya adalah hadits Abu Qotadah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    إِذَا شَرِبَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَتَنَفَّسْ فِى الإِنَاءِ ، وَإِذَا أَتَى الْخَلاَءَ فَلاَ يَمَسَّ ذَكَرَهُ بِيَمِينِهِ ، وَلاَ يَتَمَسَّحْ بِيَمِينِهِ

    Jika salah seorang di antara kalian minum, janganlah ia bernafas di dalam bejana. Jika ia buang hajat, janganlah ia memegang kemaluan dengan tangan kanannya. Janganlah pula ia beristinja’ dengan tangan kanannya.
    (HR. Bukhari no. 153 dan Muslim no. 267)

    Istinja = Membersihkan Kotoran Sisa Pembuangan Hajat (Bisa disebut juga Cebok)

  5. Tidak Berbicara/Ber-Cakap-Cakap Kecuali Mendesak
    Hadits dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,

    أَنَّ رَجُلاً مَرَّ وَرَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَبُولُ فَسَلَّمَ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ.

    Ada seseorang yang melewati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau sedang kencing. Ketika itu, orang tersebut mengucapkan salam, namun beliau tidak membalasnya.
    (HR. Muslim no. 370)

  6. Tidak Berlama-Lama Di Dalam Kamar Mandi
    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bercerita bahwa Iblis meminta tempat tinggal kepada Allah SWT seperti halnya Allah SWT memberikan tempat tinggal anak-anak Adam berada di bumi.‘‘Ya Allah, adam dan keturunannya Engkau beri tempat tinggal di bumi, maka berilah pula aku tempat tinggal,’’ kata iblis. Allah SWT berfirman; ‘‘Tempat tinggalmu adalah WC (kamar mandi atau jamban),’’
    (HR. Bukhari)Karena kamar mandi/WC adalah tempatnya setan.
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,إِنَّ هَذِهِ الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ

    “Sesungguhnya tempat buang hajat ini dihadiri (oleh setan)”
    (HR Ahmad: 4/373, Ibnu Majah: 296, Ibnu Hibban: 1406)

  7. Membaca Doa Setelah Keluar Kamar Mandi
    Hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,

    أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا خَرَجَ مِنَ الْغَائِطِ قَالَ « غُفْرَانَكَ ».

    “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa setelah beliau keluar kamar mandi beliau ucapkan “ghufronaka” (Ya Allah, aku memohon ampun pada-Mu).”
    (HR. Abu Daud no. 30, At Tirmidzi no. 7, Ibnu Majah no. 300, Ad Darimi no. 680)

Wallahu A’lam

Referensi :

https://rumaysho.com/1034-10-adab-ketika-buang-hajat.html
https://www.islampos.com/syaitan-goda-manusia-di-kamar-mandi-180817/
http://www.salamdakwah.com/baca-forum/jangan-berlama-lama-di-wc.html

 

 

About Fahrudin Ibnu Ahmad

Manusia biasa yang berkecimpung didunia Teknologi Informasi sejak tahun 2002 dan memiliki harapan bisa memberikan banyak manfaat untuk sesama, khususnya perkembangan dakwah islam. Seorang suami dan ayah dari 2 orang putra dan putri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

BIGTheme.net • Free Website Templates - Downlaod Full Themes